Kamis, 10 Agustus 2017

Banda the Dark Forgotten Trail (2017) : Belajar Sejarah Bangsa dengan Cara yang Unik

Banda the Dark Forgotten Trail (2017) : Belajar Sejarah Bangsa dengan Cara yang Unik - Salam Pemirsa Potrait Sukabumi, Pada artikel kali ini yang berjudul Banda the Dark Forgotten Trail (2017) : Belajar Sejarah Bangsa dengan Cara yang Unik, saya berharap mudah-mudahan isi artikel yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua

Judul Artikel : Banda the Dark Forgotten Trail (2017) : Belajar Sejarah Bangsa dengan Cara yang Unik
Link Artikel : Banda the Dark Forgotten Trail (2017) : Belajar Sejarah Bangsa dengan Cara yang Unik

Baca juga


Banda the Dark Forgotten Trail (2017) : Belajar Sejarah Bangsa dengan Cara yang Unik

Artikel Documentary,
Tag : ,
Waduh, baru keburu nulis sekarang  nih, padahal udah nonton dari Minggu kemaren 😞 Bukannya dibagus-bagusin (malah jadi lupa mau nulis apa aja dulu), cuman baru sempet aja sekarang😫 Maaf, semoga tetep mewakilkan. Mhehe

Awalnya, saya mau nonton si Apes atau Valerian, tapi ketika melihat ada film ini , saya jadi mulai tertarik. Kayaknya lumayan nih, dokumenter. Akhirnya, saya putuskan untuk menonton Banda dan tidak menyesal sedikit pun :)

INDAH & KELAM SEKALIGUS

Di abad pertengahan, wilayah Banda ini telah dikenal oleh dunia sebagai penghasil rempah yang melimpah. Awalnya, kedatangan Bangsa Barat yang berniat berdagang berubah menjadi ingin menguasai wilayah tersebut. Dari sinilah, berawalnya perbudakan di Banda.

Awalnya agak meragukan, takutnya film dokumentasi ini monoton. Tapi nyatanya tidak, film ini dikemas secara menarik. Selain itu, saya jadi lebih tahu juga tentang sejarah Banda di masa lalu. Film yang dinarasikan oleh Reza Rahardian (narrator untuk bahasa Indo) dan Ario Bayu (narrator untuk bahasa Inggris) ini sungguh sangat memanjakan mata 😍

Sinematografinya indah banget (seperti menemukan hal baru karena ternyata banyak landscape & kekayaan budaya dari Banda yang belum kita tahu 😍). Jadi tahu juga manfaat buah Pala. Bwanyak bener! Mantep nih, jadi nonton sambil belajar juga.

Scoring-nya itu "keras", kadang-kadang ini yang bikin ngagetin tuh. Hahaha Tapi efek dari scoring-nya ini, kita jadi tetep fokus dan emosi yang ingin disampaikan pun nyerap ke penonton. Oh iya, ada animasi-nya juga. Salutlah sama team-nya. Lumayan udah rada mulus animasinya, bagus.

Saya merekomendasikan banget film ini. (Tapi balik lagi ke selera masing-masing juga sih. Mhehe) Dari film ini juga kita tahu bahwa keanekaragaman di Indonesia sudah terjadi sejak lama (Banda menjadi contoh kecilnya). Kewajiban kita sekarang ini adalah menjaganya, agar tidak terulang kembali sejarah yang kelam :)

Ada quote dari Bung Hatta yang nancep banget dari film ini, seperti beginilah quote-nya (kalo gak salah denger) : "Aku rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena buku membuatku bebas."
Selamat menonton, jangan sampe keburu turun layar~

0 comments:

Posting Komentar